[cyn] ftft tbc
Aku berjanji akan tertawa kencang saat semuanya sudah benar-benar pulih seperti semula.
***
Tidak sepenuhnya reda, tapi sejujurnya lagu-lagu yang ku sukai dan saat kita saling merekomendasikan lagu itu. Di masa sekarang—yang entah sampai kapan—aku agak malas memutarnya.
Tentu karena mengingatmu, lalu menjelaskan apa saja yang menarik di lirik lagu itu. Kenapa begini ya liriknya? Kenapa di setiap kebanyakan lagu yang ku dengar selalu ada “2 am”? Lalu kenapa edm sangat adiktif dan genre rock yang berisik tapi dapat menenangkan pikiran dan membuat rileks sejenak? Kenapa ya? dan kenapa lainnya.
Bulan lalu aku mengunjungi rumah keluargaku, sepulau dengan tempat tinggalmu. Ya, siapa peduli. Awal mula kenapa aku berpikir aku harus kesana(lagi), karena aku juga bingung mau pergi kemana disaat aku mendapatkan hari libur selama seminggu. Tepat seminggu sebelum libur, baru diumumkan, meh.
Hmmm bapakku kan pergi kesana, jadi lebih baik aku ikut meski harus pergi terpisah di jam yang berbeda. Begitu pikirku.
Dan ya, aku sampai disana, lalu bertemu keluargaku. Tentu saja tidak lupa kalau aku pasti mengingatmu.
Sial.
“Aku janji ga nangis” batinku.
Apa dayaku, air terjunnya turun trus pake bengong lagi(?) kek?? Pls? Just moving on pls??
Sepupuku mengajak pergi ke bandung dan tentu saja aku mengiyakan, tak lupa mendengarkan lagu selama perjalanan, setelah telingaku lelah, aku matikan playlistnya dan termenung melihat city light. Terus ada yang basah gitu di pipi. Oh shit, i did it again.
Wkwkwk ngakak (Sebenernya ngga)
Wah sakit banget otak gw anjir, udah ke-distract karena kerjaan, eh masih aja? Wkwkkw bego.
Ehm, ok. Huft.
Mungkin, suatu hari. Suatu hari aku akan merasa geli saat membaca ini semua. Lalu berbicara sendiri “ew, apa ini” lol.
Karena memang nyatanya aku belum tau bagaimana caranya melalui ini semua. Ternyata jatuh di umur segini amat sakit ya? Amat salah kalau terlalu mengutamakan perasaan. Aku akui kalau aku termasuk falling too hard kalau sudah menyukai seseorang.
Lalu tentu saja teman-temanku akan mengataiku kalau aku bodoh.
Mereka bilang,
“Kenapa kamu mau diberi kalimat yang semena-mena seperti itu? bodoh kamu”
“Enough, ga usah kontak dia lagi ok? Jangan bodoh cuma karena satu lelaki”
“Kalau dia emang niatnya baik ke kamu, dia pasti reach out kamu apapun rintangannya”
Dan seterusnya.
Sebenarnya aku tidak terlalu suka dibilang bodoh begitu, walau faktanya memang aku bodoh karena hal itu.
Jujur, setelahnya di pekerjaan baruku pun aku juga mendapat teguran dari atasanku karena aku banyak melamun dan terlalu sering diam. Ini juga sebab yang baru ku ketahui di pertengahan tahun lalu karena teman… ku…?.
Tapi ya sudahlah, semua sudah terjadi.
Aku awalnya menyalahkan diriku sendiri, lalu dia, lalu temanku, lalu kemudian aku berpikir ulang, berpikir terus-menerus kalau ini terjadi bukan tanpa alasan.
(Oh btw, aku sedang mendengarkan for the first time, on repeat. Pasti nanti jadi nomor 1 di on repeat-ku)
Tentu ini jadi tamparan keras yaaaa buatku. Besok, kalau ada beberapa lagu dan band yang mengingatkanku tentangmu, aku akan biasa-biasa saja. Sama sepertimu.
Mungkin tidak penting bagimu, tapi itu kadang membuatku kesal, marah, sedih, bahkan aku pernah menangis kala mendengar tembang dari The script.
Hhh cukuplah. Sampai kapan juga aku tidak tau.
P.s. Aku hanya ingin bercerita sejenak, mengingat aku tidak punya siapapun untuk bercerita. Sebenarnya ada temanku, tapi tidak mungkin aku mengganggu mereka terus dengan ceritaku, bukan?.
Anggap saja ini hal yang tidak penting, di hidup siapapun. Apalagi di hidupmu, right?
lorem ipsum
BalasHapus